Being a Mom…

Bagi bunda,

Menjadi bunda bukan hanya sejak bunda melahirkanmu ke dunia, namun sejak pertama kali bunda melihatmu di dalam rahim bunda berupa satu titik kecil yang bahkan Allah belum meniupkan nyawa kepadamu dan takdirmu. Entah kelak kamu akan terlahir, tumbuh dan berkembang seperti apa, menjadi pribadi seperti apa, bunda telah menjadi bunda dan bunda telah mencintaimu sejak saat itu. Tepat pada tanggal 24 Oktober 2015, saat itu pukul 11:24 am, itulah saat pertama kali Bunda melihat keberadaanmu di Rahim bunda.

Setelah empat puluh minggu keberadaanmu di dalam rahim bunda dengan waktu-waktu indah tak terlupakan yang kita lewati bersama,  bunda melahirkanmu dengan penuh rasa bahagia namun rasa takut juga menyelimuti bunda, entah kenapa rasa takut itu muncul. Takut akan banyak hal, bagaimana menjadi bunda seutuhnya yang bisa menghantarkanmu ke dunia yang sangat besar ini, takut ditinggalkan olehmu dan takut tidak mampu menghantarkanmu ke kehidupan kekal yang bahagia disana kelak.

“Sometimes I cry for you, little one..

Sometimes I cry because the world is so big and you’re so small, and I worry about your smallness in this big world…

Sometimes I cry because you’re so big and Im so small and the bigger you get, the smaller I get, and I worry about my smallness in your big world.

Sometimes I cry because this love is too big and my heart is too small, and bursting heart feels a lot like a breaking heart..

Sometimes I cry because you need help in ways that I cant help you, and helplessness as a parent feels, surprisingly, an awful lot like a sheer terror.

Sometimes I cry because as a mother I have no choice but put on my brave face everyday, and both of those things -having no choice and braveness- can be really, really uncomfortable.

Sometimes I cry for you and I cry for me and for this big world, and for a thousand other terrible, wonderful, desperate, beautiful reasons that you won’t understand until you’re a parent yourself.

Sometimes I cry for you, little one….”

No matter what, I am a Mom…

Rasa ketakutan Bunda akan sirna seiring pertumbuhanmu. Bunda yakin bahwa segala apa yang akan terjadi di dunia adalah kehendak Allah SWT dan tidak perlu bunda takutkan lagi. Bunda harus menjadi bunda yang utuh sebagai pendampingmu dan pengingatmu, sebagai sahabatmu yang tau suka duka dan laramu, sebagai kakakmu yang melindungimu, sebagai siapapun yang dapat menjadi sosok penenang hatimu.

I love you, little one…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s